Sunday, September 22, 2013

My Funny Baby



My funny son, Glennos Domingo Humaga Halawa, was born on May twenty sixth, 2013, he is about eight month old now, he still a baby, a cute baby. His mother and I dedicate a popular Indonesia singer name, Glenn Fredly because we want him to be a good singer. Right now, he listen to the music, rock  genre, hehehehe..... His height sixty centimeters and his weight seven kilograms.

Tuesday, August 20, 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2013 (RPP 2013)


Komponen RPP Kurikulum 2013 terdiri atas :
  1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
  2. Identitas matapelajaran atau tema/subtema;
  3. Kelas/semester;
  4. Materi Pokok;
  5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan  untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

Friday, February 01, 2013

A little/little dan A few/few

Tiba saatnya kita membahas a little dan a few. Dalam bahasa Indonesia, a little dan a few mempunyai arti sedikit/tidak banyak dan bisa juga mempunyai arti beberapa. Meraka ini juga termasuk quantifier sama hal nya dengan "much, many, some, any". 
Untuk mememudahkan kita memahami pemakaian a little dan a few, kita harus memahami countable dan uncountable nouns lebih dahulu. Countable dan uncountable nouns telah saya jelaskan pada pembahasan sebelumnya. 
A Little kata ini dipakai untuk benda yang tidak bisa dihitung, seperti gula (sugar), garam (salt), air (udara), money (uang), water (air), dll. Kata a little mempunyai makna positif, dengan kata lain makna positif ini berarti si pembicara merasa puas, merasa cukup atas benda yang mengikuti sesudah kata a little tersebut. Masih bingung? heee Kita langsung masuk pada contoh kalimat saja.
  1. She needs a little sugar.= Dia membutuhkan sedikit gula. 
  2. There is a little milk in the refrigerator..=Ada sedikit susu di dalam lemari es. 
  3. They buy a little salt.=Mereka membeli sedikit garam. 
  4. I have a little money.=Saya mempunyai sedikit uang. 

Saturday, September 29, 2012

Tiga Teori yang Melandasi Pendidikan


(a) Teori Tabularasa (John Locke dan Francis Bacon)
Teori ini mengatakan bahwa anak yang baru dilahirkan itu dapat diumpamakan sebagai kertas putih yang belum ditulisi (a sheet ot white paper avoid of all characters). Jadi, sejak lahir anak itu tidak mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa. Anak dapat dibentuk sekehendak pendidiknya. Di sini kekuatan ada pada pendidik. Pendidikan dan lingkungan berkuasa atas pembentukan anak.
Pendapat John Locke seperti di atas dapat disebut juga empirisme, yaitu suatu aliran atau paham yang berpendapat bahwa segala kecakapan dan pengetahuan manusia itu timbul dari pengalaman (empiri) yang masuk melalui alat indera.
Kaum behavioris juga berpendapat senada dengan teori tabularasa itu. Behaviorisme tidak mengakui adanya pembawaan dan keturunan, atau sifat-sifat yang turun-temurun. Semua Pendidikan, menurut behaviorisme, adalah pembentukan kebiasaan, yaitu menurut kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di dalam lingkungan seorang anak.